Negara, I Kadek Agus Surya (2026) PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, PERUBAHAN KURS DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BEI PERIODE 2020 - 2024. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Ngurah Rai.
|
Text
abstrak (2) (3).pdf Restricted to Registered users only Download (392kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Isi)
Skripsi Agus Final Perbaikan -11-15.pdf Restricted to Registered users only Download (625kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 1 (2) (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (255kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 2 (2) (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (489kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 3 (2) (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (433kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 4 (2) (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (450kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 5 (2) (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (12kB) | Request a copy |
|
|
Text
dakpus (6).pdf Restricted to Repository staff only Download (127kB) | Request a copy |
|
|
Text
lampiran (2) (4).pdf Restricted to Repository staff only Download (390kB) | Request a copy |
Abstract
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indikator utama pasar saham Indonesia yang dipengaruhi oleh variabel makroekonomi seperti suku bunga, nilai tukar, dan inflasi. Selama 2020-2024, pandemi COVID-19 memicu fluktuasi ekonomi, termasuk penurunan suku bunga, depresiasi rupiah, dan inflasi yang tidak stabil. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan, hasilnya masih menunjukkan inkonsistensi, baik dalam arah maupun signifikansi pengaruh variabel tersebut terhadap IHSG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tingkat Bunga SBI, Perubahan Kurs, dan Tingkat Inflasi terhadap IHSG, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian dilaksanakan pada Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024 dengan 54 observasi berupa data bulanan, dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan program SPSS 22.0. Hasil uji parsial menunjukkan Tingkat Bunga SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG. Artinya, ketika suku bunga acuan meningkat, IHSG cenderung menurun, karena kenaikan suku bunga menaikkan biaya dana bagi pelaku usaha sekaligus membuat instrumen pasar uang relatif lebih menarik dibandingkan saham. Perubahan Kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, yang menunjukkan bahwa pelemahan rupiah justru diikuti kenaikan indeks, sejalan dengan besarnya porsi emiten berorientasi ekspor dan berbasis komoditas dalam pembentukan IHSG. Inflasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, yang menunjukkan bahwa pada tingkat moderat kenaikan inflasi direspons positif oleh pasar karena mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap IHSG dengan nilai F hitung 7,460 dan signifikansi 0,000, sehingga model regresi dinyatakan layak. Secara parsial, temuan ini mengimplikasikan bahwa investor perlu mencermati arah kebijakan suku bunga acuan, pergerakan kurs Rupiah, dan laju inflasi secara terpisah karena masing-masing memberikan sinyal yang berbeda terhadap arah pergerakan IHSG, sedangkan secara simultan ketiga variabel tersebut perlu dipertimbangkan bersama-sama sebagai satu kesatuan indikator makroekonomi dalam menyusun strategi investasi maupun dalam perumusan kebijakan moneter dan fiskal oleh otoritas terkait guna menjaga stabilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tingkat Bunga SBI, Perubahan Kurs, Tingkat Inflasi, Indeks Harga Saham Gabungan |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HF Commerce |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Prodi Manajemen |
| Depositing User: | Mr I Kadek Agus Surya Negara |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 02:42 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 02:42 |
| URI: | http://repo.unr.ac.id/id/eprint/1034 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
